Saturday, June 10, 2017

LUKA BAKAR

oke guys kali ini kita akan membahas luka bakar atau dalam bahasa kerennya itu di sebut brun, sebelum kita mengarah pada pembahasan luka bakar terlebih dahulu kita harus tau ada berapa macam-macam luka bakar itu mulai dari yang ringan sampai yang terberat.

oke yang pertama adalah jenis-jenis luka bakar guys

1. panas
2. kimia
3. listrik
4. radiasi

itulah beberapa macam luka bakar dan untuk setiap jenisnya mempunyai ciri-ciri tersendiri yang dapat kita ketahui dari bentuknya dan tampaknya, dan untuk membedakan tingkat keparahannya biasanya para team medis membaginya dengan mengunakan metode derajat. Derajat ini di bagi menjadi 3 yaitu :

1. derajat satu atau bahasa medisnya superfisial
2. derajat dua atau bahasa medisnya partial tiknes
3. derajat tiga atau bahasa medisnya full thicness

mungkin kita masih bingung ko bisa di bagi ke derajat-derajat segala namun hal ini tidaklah mengada-ngada tapi ada perhitungan yang di gunakan untuk menghitung luas luka bakar ini atau dikenal dengan rumus sembilan atau rule of nine. dibawah ini saya menampilakan perhitungan derajat dan gambar untuk menentukan masuk derjat berapakah jika terjadi kebakaran pada salah satu bagian tubuh kita, tapi untuk dewasa, anak-anak dan bayi ada perbedaan cara menghitungnya.

derajat
1
2
3
ringan
<50%
<15%
<2%
sedang
>50%
15-30%
2-5%
berat
-
>30%
>10%





Dari penjelasan tabel dan gambar semoga bisa di mengerti karena terkadang kita bingung semisal kita mendapatkan informasi dari berita yang terkadang memberitakan penderita luka bakar dan menyebutkan berapa derajat tingkat keparahannya dan bagi orang awam pasti bertanya-tanya dari mana mendapatkan hitungan derajat tersebut dari pemaparan yang singkat ini semoga bisa menambah wawasan kita semua terima kasih guys.


























Friday, March 31, 2017

puisi

Anugrah

Kau anugrah terindah yang di berikan tuhan yang maha kuasa
Elok indah rupamu tak jenuh ku pandang selalu
Kekasih hati yang kini mengisi hari-hari ku
Tak kenal lelah memberikan apa yang aku mau
Kau adalah sosok terindah yang di hadirkan Tuhan

Menyatulah dalam hidup ini sehingga hanya ada kita
Mengukir kisah seindah yang kita mampu
Yakinlah bahwa ini adalah tulisan sang ilahi
Dari alam ke awalan menulis nama kita
Hingga saat ini takdir menyatukan

Ku jaga kau selalu dalam hatiku
Karena janji suci mengikat kita
Untuk saling menjaga hati
Agar dalam satu kepercayaan
Hingga abadi dalam takdirnya sampai mati

Wednesday, November 16, 2016

SUARA ANAK BAJAU

SUARA ANAK BAJAU

Tumbuh sebagai anak yang terlahir dari kelurga seorang nelayan tidaklah membuat kami untuk berkecil hati sampai sekarang, kami bangga mempunya orang tua nelayan, meraka bekerja sehari-hari sebagai seorang pelaut dari pagi sampai sore baru pulang kerumah, pendapatan pun tidak menentu mulai dari hasil terkecil sampai yang lumayan pernah mereka bawa pulang, rasa syukur selalu mereka ucapkan walau berapapun yang di dapat tidak pernah mengecilkan semangat mereka untuk mengulangi pekerjaan yang sama setiap harinya. Karena melaut adalah bagian dari hidup orang tua kami meskipun dengan keadaan apapun, mereka tidak pernah berkecil hati dengan apa yang telah dia dapatkan dan persembahkan untuk keluarganya, karena dengan semangat itulah yang menumbuhkan kami menjadi anak yang selalu kuat dalam kondisi apapun, pada saat sekolah mulai dari SD smpai SMA bagi kami bersangu uang dengan jumlah besar itu tidak pernah, hanya secukupnya dan bahkan kurang tapi itu bukan suatu hambatan untuk tampil kepermukaan menujukan bahwa anak nelayan juga tidak boleh minder dan bodoh karena hanya keterbatasan biaya, orang-orang tampil dengan gagahnya dengan kendaraan mereka tapi tidak dengan kami yang hanya berjalan kaki dan bahkan kadang ikut dengan teman untuk mencapai sekolah, tapi itu menimbulkan semangat tersendiri untuk menjadi insan yang baik dan setidaknya suatu saat nanti bisa berguna bagi komunitas kami. Orang luar banyak beranggapan bahwa menjadi seorang nelayan uangnya banyak tapi mereka tidak pernah memikirkan bagaimana rasanya berada di terik matahari yang panas, itu suatu tantangan jika tidak pernah di lakukan dengan kebiasaan maka akan terasa berat, pendapan yang sering di hasilakan hari ini, esoknya sudah habis lagi karena mengingat kebutuhan yang sangat banyak dan kondisi barang tidak ada yang murah dan biasa pula orang kampung pasti mempunya anak yang banyak itulah salah satu faktornya, dan juga tidak kalah pentinya yaitu masih buruknya pengaturan ekonomi karena ada pemikiran bahwa tidak  apa habis hari ini besok mencari lagi, sebenarnya ini suatu prinsif yang salah, mengapa salah karena tidak di fikirkan bahwa badan ini bisa sakit dan tidak serta merta akan mampu untuk di gunakan bekerja terus menerus, tidak termanajemennya kesehatan dan fikiran akan dampak dan akibat yang bisa terjadi kapan saja tanpa di duga, inilah yang belum difikirkan secara seksama, karena kurangnya kesadaran tadi, ada juga problema lain yang menjadi momok tidak baik sampai sekarang yaitu berkaitan dengan pendidikan, selama ini masyarkat bajo bisa di hitung jari yang berpendidikan sarjana itu karena kuangnya kesadaran tentang pendidkan ada anggapan bahwa sarjana saja banyak yang tidak bekerja, fikiran ini sedikit banyaknya mempengaruhi pola fikir orang tua kami sehinga kebanyakan dari mereka tidak marah jika anaknya putus sekolah, dan bahkan lebih parah lagi mulai dari anak-anak sudah didik jadi nelayan, sebenarnya ini tidalah jadi masalah jika itu tidak menggangu dan hanya perkenalan saja tentang teradisi warga bajo tapi yang jadi masalah yaitu kadang orang tuanya tidak mau menyekolahkan anaknya dan hanya disuruh menjadi nelayan. Tidak di pungkiri pasti tujuan kita nanti akan bekerja juga tapi pendidkan itu penting bukan sekedar hanya untuk mencari kerja saja tapi bagaiman membuka wawasan dan pengetahuan agar bisa mengikuti perkembangan zaman dan tidak tergerus bersamanya Karena adanya bekal pengetahuan. Inilah rasa yang harus benar-benar di tumbuhkan pada hati para orang tua kami. Sebenarnya ini bukanlah kesalahan tanpa alasanan karena melihat contoh saja yang mengakibatkan ikut-ikutan, mengubah suatu pola fikir itu bukalah suatu hal yang mudah tapi butuh proses yang panjang, karena kami dewasa ini tidak ingin lagi saudara, teman, anak dan juga komunitas kami termajinalkan hanya karena pendidkan, bukan zamannya lagi untuk berfikir bagai katak dalam tempurung pemikiran ini haruslah di buka selebar-lebarnya dan di tunjukan bahwa komunitas ini juga mampu bersaing dan bersinergi dengan baik untuk lingkungan sekitarnya, tidak ada satu orang pun yang ingin melihat komunitasnya terpandang bodoh dn tidak tau apa-apa tapi yang diharapkan adalah perubahan yang besar kearah yang lebih baik dari yang sudah pernah terjadi, membangun bukanlah perkarah yang mudah tapi butuh ke kuatan dan tekat yang besar ntuk mencapai apa yang ingin di wujudkan untuk hidup ini di masa yang kan datang, bukankah semua barawal dari angka nol dan menjadi sepuluh itu perlu perjalanan panjang dengan rangkaian di tengah-tengahnya……

Saturday, November 5, 2016

 KAMI YANG TERPINGGIRKAN

Mungkin ini hanya suara kecil dari anak yang tinggal berdampingan dengan perairan, yang selama ini mungkin hanya sebagian kecil saja orang yang tau bagaimana kualitas pendidikan kami, rata-rata dibawah standar bukan kami tak mampu ataupun tak sanggup untuk biaya kami mengenyam pendidikan tapi kesadaran dari pada orang tua kami tentang pentingnya pendidikan, tapi syukurlah mulai saat ini secara lambat laun kesadaran akan sebuah pendidikan mulai tumbuh, semoga akan selamanya ada hal seperti itu.

Ada pemikiran yang sebenarnya mempengaruhi orang tua kami mereka takut mengeluarkan uang untuk sebuah pendidikan karena takut jika anaknya nanti setelah mengenyam pendidikan mereka tidak mendapatkan sebuah pekerjaan mungkin ini ketakutan yang saya rasa sangat klasik, bukankah pendidikan itu tidak hanya untuk bekerja, tapi bagaiman bisa membentuk karakter generasi yang pintar dan tau akan sebuah perkembangan.

saat ini hasil dari laut pun berkurang tidak seperti yang dulu yang melimpah ruah, jika selamanya mengandalkan hal itu tidak ada yang menjamin untuk sebuah kesejahteraan, karena melihat kondisi laut yang saat ini ramai oleh suatu mobilitas kapal tambang yang membuat laut menjadih gemuruh tidak senyaman dulu untuk populasi ikan, ini sangat berdampak pada pendapatan ornag tua kami sebagai seorang nelayan.

tapi saat ini semua unsur yang seharusnya mendukung untuk memperjuangkan ladang nafkah kami seolah menutup mata untuk mencari sebuah solusi yang baik untuk mengatasi kekahwatiran orang tua kami dalam mencari nafkah, kami rasa keadilan itu jauh di upuk sana yang sekan tidak akan kami mampu menggapainya, komunitas ini sama nasibnya dengan komunitas pegunungan yang tergerus juga dengan pembabatan hutan untuk lahan perkebunan sawit.

orang kecil di negeri yang kita cintai ini masih jauh dari sebuah ke adilan, apa yang seharusnya mereka nikamati di rebuat oleh penguasa yang tidak bertanggung jawab.

LUKA BAKAR oke guys kali ini kita akan membahas luka bakar atau dalam bahasa kerennya itu di sebut brun, sebelum kita mengarah pada pem...