SUARA ANAK BAJAU
Tumbuh sebagai
anak yang terlahir dari kelurga seorang nelayan tidaklah membuat kami untuk
berkecil hati sampai sekarang, kami bangga mempunya orang tua nelayan, meraka
bekerja sehari-hari sebagai seorang pelaut dari pagi sampai sore baru pulang
kerumah, pendapatan pun tidak menentu mulai dari hasil terkecil sampai yang
lumayan pernah mereka bawa pulang, rasa syukur selalu mereka ucapkan walau
berapapun yang di dapat tidak pernah mengecilkan semangat mereka untuk
mengulangi pekerjaan yang sama setiap harinya. Karena melaut adalah bagian dari
hidup orang tua kami meskipun dengan keadaan apapun, mereka tidak pernah
berkecil hati dengan apa yang telah dia dapatkan dan persembahkan untuk
keluarganya, karena dengan semangat itulah yang menumbuhkan kami menjadi anak
yang selalu kuat dalam kondisi apapun, pada saat sekolah mulai dari SD smpai
SMA bagi kami bersangu uang dengan jumlah besar itu tidak pernah, hanya
secukupnya dan bahkan kurang tapi itu bukan suatu hambatan untuk tampil
kepermukaan menujukan bahwa anak nelayan juga tidak boleh minder dan bodoh
karena hanya keterbatasan biaya, orang-orang tampil dengan gagahnya dengan
kendaraan mereka tapi tidak dengan kami yang hanya berjalan kaki dan bahkan
kadang ikut dengan teman untuk mencapai sekolah, tapi itu menimbulkan semangat
tersendiri untuk menjadi insan yang baik dan setidaknya suatu saat nanti bisa
berguna bagi komunitas kami. Orang luar banyak beranggapan bahwa menjadi
seorang nelayan uangnya banyak tapi mereka tidak pernah memikirkan bagaimana rasanya
berada di terik matahari yang panas, itu suatu tantangan jika tidak pernah di
lakukan dengan kebiasaan maka akan terasa berat, pendapan yang sering di
hasilakan hari ini, esoknya sudah habis lagi karena mengingat kebutuhan yang
sangat banyak dan kondisi barang tidak ada yang murah dan biasa pula orang kampung
pasti mempunya anak yang banyak itulah salah satu faktornya, dan juga tidak
kalah pentinya yaitu masih buruknya pengaturan ekonomi karena ada pemikiran bahwa
tidak apa habis hari ini besok mencari
lagi, sebenarnya ini suatu prinsif yang salah, mengapa salah karena tidak di
fikirkan bahwa badan ini bisa sakit dan tidak serta merta akan mampu untuk di
gunakan bekerja terus menerus, tidak termanajemennya kesehatan dan fikiran akan
dampak dan akibat yang bisa terjadi kapan saja tanpa di duga, inilah yang belum
difikirkan secara seksama, karena kurangnya kesadaran tadi, ada juga problema
lain yang menjadi momok tidak baik sampai sekarang yaitu berkaitan dengan
pendidikan, selama ini masyarkat bajo bisa di hitung jari yang berpendidikan
sarjana itu karena kuangnya kesadaran tentang pendidkan ada anggapan bahwa sarjana
saja banyak yang tidak bekerja, fikiran ini sedikit banyaknya mempengaruhi pola
fikir orang tua kami sehinga kebanyakan dari mereka tidak marah jika anaknya
putus sekolah, dan bahkan lebih parah lagi mulai dari anak-anak sudah didik
jadi nelayan, sebenarnya ini tidalah jadi masalah jika itu tidak menggangu dan hanya
perkenalan saja tentang teradisi warga bajo tapi yang jadi masalah yaitu kadang
orang tuanya tidak mau menyekolahkan anaknya dan hanya disuruh menjadi nelayan.
Tidak di pungkiri pasti tujuan kita nanti akan bekerja juga tapi pendidkan itu
penting bukan sekedar hanya untuk mencari kerja saja tapi bagaiman membuka
wawasan dan pengetahuan agar bisa mengikuti perkembangan zaman dan tidak
tergerus bersamanya Karena adanya bekal pengetahuan. Inilah rasa yang harus
benar-benar di tumbuhkan pada hati para orang tua kami. Sebenarnya ini bukanlah
kesalahan tanpa alasanan karena melihat contoh saja yang mengakibatkan
ikut-ikutan, mengubah suatu pola fikir itu bukalah suatu hal yang mudah tapi
butuh proses yang panjang, karena kami dewasa ini tidak ingin lagi saudara,
teman, anak dan juga komunitas kami termajinalkan hanya karena pendidkan, bukan
zamannya lagi untuk berfikir bagai katak dalam tempurung pemikiran ini haruslah
di buka selebar-lebarnya dan di tunjukan bahwa komunitas ini juga mampu
bersaing dan bersinergi dengan baik untuk lingkungan sekitarnya, tidak ada satu
orang pun yang ingin melihat komunitasnya terpandang bodoh dn tidak tau apa-apa
tapi yang diharapkan adalah perubahan yang besar kearah yang lebih baik dari
yang sudah pernah terjadi, membangun bukanlah perkarah yang mudah tapi butuh ke
kuatan dan tekat yang besar ntuk mencapai apa yang ingin di wujudkan untuk
hidup ini di masa yang kan datang, bukankah semua barawal dari angka nol dan
menjadi sepuluh itu perlu perjalanan panjang dengan rangkaian di
tengah-tengahnya……